Traveling Ala Karakter Webtoon: Absurd, Kocak, & Bikin Nagih!

Traveling Ala Karakter Webtoon: Absurd, Kocak, & Bikin Nagih!
Gue ke Jepang, negeri sakura impian para wibu dan penggemar ramen, dengan satu tujuan mulia: cosplay jadi karakter webtoon favorit gue di tengah keramaian Shibuya. Agak absurd emang, tapi itulah jiwa petualang gue yang meronta-ronta. Bayangin aja, gue yang biasanya cuma rebahan sambil scroll webtoon, tiba-tiba nongol di Jepang dengan wig warna-warni dan kostum super ribet. Epic!
Tapi, ya namanya juga hidup, ekspektasi seringkali berbanding terbalik dengan realita. Nggak semua berjalan semulus jalan tol. Ada aja drama, kejadian nggak terduga, dan momen-momen yang bikin gue mikir, "Ini gue lagi di dunia nyata apa lagi masuk chapter webtoon genre komedi?"
Persiapan Ala Kadarnya, Hasilnya Kacau Balau

Persiapan gue? Bisa dibilang ala kadarnya. Beli tiket pesawat (yang kebetulan lagi promo gila-gilaan), pesan penginapan murah meriah (yang ternyata kamar mandinya seukuran lemari), dan nyiapin kostum cosplay yang bahannya bikin gerah kayak lagi di sauna. Nggak lupa, gue juga download aplikasi translate buat jaga-jaga kalau bahasa Jepang gue cuma sebatas "arigato" dan "konnichiwa".
Pas nyampe di bandara Narita, gue udah ngerasa kayak seleb dadakan. Kostum gue yang norak itu sukses mencuri perhatian semua orang. Ada yang ngeliatin sambil senyum-senyum, ada yang bisik-bisik, bahkan ada yang minta foto bareng. Gue pun dengan senang hati melayani mereka, berasa jadi idola dadakan. Star syndrome detected!
Tapi, kesenangan itu nggak berlangsung lama. Pas gue mau naik kereta menuju penginapan, gue baru sadar kalau gue nggak punya kartu Suica (kartu transportasi elektronik). Panik? Pasti! Apalagi antrian di loket panjangnya kayak ular naga. Akhirnya, dengan bahasa tarzan yang gue kuasai, gue coba nanya ke petugas. Untungnya, dia ngerti maksud gue dan dengan sabar ngasih tahu cara beli kartu Suica. Fiuuh, selamat!
Tokyo: Antara Kagum dan Bingung

Tokyo itu gila! Gedung-gedung tinggi menjulang, lampu-lampu neon berkelap-kelip, dan orang-orang lalu lalang kayak semut. Gue langsung ngerasa kayak alien yang baru pertama kali mendarat di bumi. Tapi, di sisi lain, gue juga kagum sama kebersihan, ketertiban, dan keramahan orang-orang Jepang. Salut!
Gue langsung menuju Shibuya, tempat ikonik yang selalu muncul di webtoon dan anime. Pas gue nyampe di sana, gue langsung bengong. Ramenya minta ampun! Orang-orang pada nyebrang jalan kayak lagi tawuran. Tapi, entah kenapa, pemandangan itu justru bikin gue semangat. Ini dia nih, Tokyo yang gue impikan!
Nggak pake lama, gue langsung pasang wig dan kostum cosplay gue. Awalnya, gue agak malu-malu, takut diketawain. Tapi, setelah ngeliat banyak orang cosplay juga, gue jadi pede. Toh, di sini nggak ada yang kenal gue. Bebas berekspresi!
Gue pun mulai berpose di depan patung Hachiko, anjing setia yang legendaris itu. Banyak orang yang ngeliatin gue, bahkan ada yang minta foto bareng. Gue pun dengan senang hati melayani mereka, berasa jadi karakter webtoon beneran. Hahaha!
Tapi, ada satu kejadian yang bikin gue ngakak abis. Pas gue lagi asyik foto-foto, tiba-tiba ada seorang kakek yang nyamperin gue. Dia ngomong sesuatu dalam bahasa Jepang yang gue nggak ngerti sama sekali. Gue cuma bisa nyengir sambil bilang, "Sumimasen, I don't understand."
Eh, si kakek malah ketawa ngakak. Ternyata, dia kira gue lagi syuting film porno! Astaga! Gue langsung merah padam kayak kepiting rebus. Sumpah, malu banget! Tapi, setelah gue jelasin kalau gue cuma lagi cosplay, si kakek minta maaf dan malah nawarin gue minum sake. Gokil!
Nyasar di Akihabara, Surga Para Otaku

Setelah puas cosplay di Shibuya, gue lanjut ke Akihabara, surga para otaku. Di sini, gue ngerasa kayak anak kecil yang masuk ke toko permen. Semuanya bikin gue pengen beli! Dari figure anime, manga, merchandise game, sampe robot-robotan yang harganya bikin dompet gue nangis.
Gue pun kalap belanja. Beli figure karakter webtoon favorit gue, beli gantungan kunci lucu, beli kaos bergambar anime, dan masih banyak lagi. Pokoknya, semua yang gue liat pengen gue angkut. Alhasil, koper gue jadi penuh sesak.
Tapi, ada satu kejadian yang bikin gue nyesel seumur hidup. Pas gue lagi asyik milih-milih figure, gue nggak sengaja nyenggol rak pajangan. Alhasil, beberapa figure jatuh dan pecah berantakan. Mampus! Gue langsung panik.
Petugas toko langsung nyamperin gue dengan muka marah. Dia ngomong sesuatu dalam bahasa Jepang yang gue nggak ngerti sama sekali. Gue cuma bisa nyengir sambil bilang, "Gomen nasai, I'm sorry."
Eh, si petugas malah makin marah. Dia nunjuk-nunjuk harga figure yang pecah itu. Astaga! Harganya bikin gue pengen pingsan. Akhirnya, dengan berat hati, gue harus bayar ganti rugi. Dompet gue langsung jebol. Nyesel banget!
Kyoto: Kota Budaya yang Menenangkan

Setelah puas dengan hingar bingar Tokyo dan Akihabara, gue memutuskan untuk mengunjungi Kyoto, kota budaya yang terkenal dengan kuil-kuilnya yang indah dan suasana yang tenang. Di sini, gue ngerasa kayak lagi masuk ke dunia yang berbeda. Jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota besar.
Gue pun mengunjungi beberapa kuil terkenal, seperti Kiyomizu-dera, Fushimi Inari-taisha, dan Kinkaku-ji. Arsitektur kuil-kuil itu sangat indah dan megah. Gue ngerasa damai dan tenang saat berada di sana.
Selain kuil, gue juga mengunjungi Gion, distrik geisha yang terkenal. Di sini, gue bisa ngeliat geisha berjalan anggun di jalanan. Sayangnya, gue nggak bisa ngobrol sama mereka. Konon, mereka sangat menjaga privasi mereka.
Di Kyoto, gue juga mencoba berbagai macam makanan tradisional Jepang, seperti matcha, mochi, dan kaiseki ryori. Rasanya enak banget! Gue jadi ketagihan.
Kejadian Absurd di Onsen

Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama di Jepang adalah saat gue nyoba onsen, pemandian air panas tradisional Jepang. Awalnya, gue agak ragu, soalnya onsen itu mengharuskan kita untuk telanjang bulat. Tapi, setelah gue pikir-pikir, kapan lagi gue bisa nyoba onsen di Jepang? Akhirnya, gue memberanikan diri.
Pas gue masuk ke ruang ganti, gue langsung kaget. Semua orang pada telanjang bulat! Gue langsung malu-malu kucing. Tapi, setelah gue ngeliat semua orang santai aja, gue jadi pede. Toh, di sini nggak ada yang kenal gue.
Gue pun mulai mandi dan membersihkan diri sebelum masuk ke kolam air panas. Airnya panas banget! Awalnya, gue agak nggak tahan. Tapi, lama kelamaan, gue jadi terbiasa. Badan gue jadi rileks dan segar.
Pas gue lagi asyik berendam, tiba-tiba ada seorang kakek yang nyamperin gue. Dia ngomong sesuatu dalam bahasa Jepang yang gue nggak ngerti sama sekali. Gue cuma bisa nyengir sambil bilang, "Sumimasen, I don't understand."
Eh, si kakek malah ketawa ngakak. Ternyata, dia lagi ngomentarin tato gue! Gue lupa kalau gue punya tato kecil di punggung gue. Di Jepang, tato masih dianggap tabu. Jadi, wajar aja kalau si kakek kaget.
Gue pun menjelaskan kalau tato gue itu cuma tato temporer. Si kakek pun mengangguk-angguk sambil tersenyum. Dia bilang, "Daijobu, daijobu." (Tidak apa-apa, tidak apa-apa).
Setelah itu, gue dan si kakek ngobrol banyak hal. Meskipun bahasa kami berbeda, kami bisa saling memahami. Gue jadi ngerasa deket sama si kakek. Pengalaman di onsen itu bener-bener nggak terlupakan.
Pelajaran Berharga dari Negeri Sakura

Traveling ke Jepang ala karakter webtoon ini bener-bener pengalaman yang gila dan nggak terlupakan. Gue dapet banyak banget pelajaran berharga, mulai dari budaya Jepang yang unik, keramahan orang-orangnya, sampe kejadian-kejadian absurd yang bikin ngakak.
Gue jadi belajar untuk lebih terbuka, berani mencoba hal-hal baru, dan nggak takut jadi diri sendiri. Gue juga jadi lebih menghargai perbedaan budaya dan belajar untuk saling menghormati.
Yang paling penting, gue jadi sadar kalau traveling itu bukan cuma soal mengunjungi tempat-tempat indah dan berfoto-foto ria. Tapi, lebih dari itu, traveling adalah tentang belajar, bertumbuh, dan menemukan diri sendiri.
Jadi, buat kalian yang pengen traveling ke Jepang, jangan takut untuk jadi diri sendiri dan berani mencoba hal-hal baru. Siapa tahu, kalian juga bisa ngalamin kejadian-kejadian absurd yang bikin nagih kayak gue. Hehehe!
Tips Traveling ke Jepang Ala Webtoon:

Siapkan kostum cosplay: Jangan lupa bawa kostum karakter webtoon favorit kalian. Biar makin seru! Pelajari bahasa Jepang dasar: Biar nggak bingung-bingung amat pas ngobrol sama orang Jepang. Bawa kartu Suica: Biar gampang naik transportasi umum. Siapkan dompet tebal: Soalnya harga barang-barang di Jepang lumayan mahal. Jangan takut nyasar: Justru dengan nyasar, kalian bisa nemuin tempat-tempat tersembunyi yang unik. Coba onsen: Pengalaman yang nggak boleh dilewatin! Hormati budaya Jepang: Jangan lupa untuk selalu menjaga sopan santun dan menghormati tradisi mereka. Buka mata dan hati: Biar bisa menyerap semua pelajaran berharga dari negeri sakura.
Intinya, traveling itu yang penting happy dan bisa jadi diri sendiri. Jangan terlalu terpaku sama itinerary atau ekspektasi. Biarkan diri kalian mengalir dan nikmati setiap momen yang ada. Siapa tahu, kalian malah bisa nemuin cerita seru yang bisa kalian bagiin ke teman-teman kalian.
Nah, itu dia cerita traveling gue ke Jepang ala karakter webtoon. Semoga bisa jadi inspirasi buat kalian yang pengen traveling dengan cara yang unik dan seru. Sampai jumpa di petualangan gue selanjutnya! Arigato gozaimasu!
Posting Komentar untuk "Traveling Ala Karakter Webtoon: Absurd, Kocak, & Bikin Nagih!"
Posting Komentar